MENGAJAR

Dulu, saya tidak pernah menganggap mengajar adalah pekerjaan yang menyenangkan. Bahkan saya selalu menganggap diri saya tidak punya bakat  dan bukan orang yang cukup pandai sehingga saya tidak layak menjadi pengajar.
Seandainya dari dulu saya punya pikiran untuk menjadi pengajar.....pastilah saya akan memilih sekolah di IKIP...atau setelah lulus S1 Sastra Inggris saya akan meneruskan mengambil Akta IV.

Keinginan saya waktu itu hanya untuk menjadi istri & ibu yang baik. Dan itu langsung tercapai begitu saya lulus Sarjana. Saya menikah dengan orang yang benar saya syukuri keberadaannya. Saya tidak hanya memuja & mencintainya begitu saja. Bahkan kekurangannya tidak terasa karena kebaikan & ketulusan sangatlah dominan.

Setelah selama 9 tahun fokus mengurus keluarga, Hanief dan Joyo sudah mulai sibuk dengan sekolahnya yang sampai sore. Saya mulai berfikir untuk mencari aktivitas yang menghasilkan. Berhubung modal tidak ada, dan setelah ngobrol ngalur-ngidul sama guru lesnya Hanief, akhirnya kami berdua memutuskan untuk membuka les2an bersama.  Kami rembugan berkali2, namun di tengah jalan ada masalah yang menerpa si guru les. Padahal waktu pembukaan les sudah  dekat.
Akhirnya aku ngajak teman2 ngaji untuk bergabung. Ibu Dina dan ibu Agus menyanggupi. Alhamdulillah..Kami berbagi kelas. Ada kelas TK, kelas 2, kelas 6. Pada saat memuli rasanya deg-degan juga, takut mereka tidak mengerti dan akan kacau. Tapi ternyata tidak, semua berjalan lancar. Ketika pelajaran berjalan lancar dan mereka mengerti.... ada perasaan yang timbul dan tidak pernah kurasakan sebelumnya. Rasa puas dan bahagia. Rasa ini tidak pernah saya bayangkan bisa saya dapat dari mengajar. Selama ini apabila menerangkan English structure  kepada suami, rasanya tidak ada perasaan ini....karena suami sepertinya tidak mengerti apa yang saya terangkan... Karena hal itulah saya semakin yakin bahwa saya tidak ada bakat sebagai pengajar. Namun hal  itu terpatahkan ketika mengajar bahan yang lebih simple pada anak2 dan mereka megerti.
 
Rasa yang sama saya rasakan ketika saya mengajar Parenting School di PAUD Cempaka setiap sabtu. Rasa puas & bahagia saya rasakan karena kelas berjalan lancar, dan sangat hidup. Masing2 ortu saling berpendapat dan mengambil pelajaran di kelas tersebut.

Subhanalloh, semoga apa yang saya lakukan ini berguna dan tetap membuat hati senang. Langgengkan dan lancarkanlah ya Alloh...

Btw, memulai pelajaran dengan berdoa memang membuat hasil yang memuaskan. Sangat berbeda jika pelajaran tidak dimulai dengan doa.
So jangan lupa berdoa Edna

Comments

Popular posts from this blog

tagihan kartu kredit (lagi)

Pentas Seni SDN GEDONG 03 PAGI

Menata Niat Kerja Semata-mata untuk Ibadah