Every photo has its own story
Sepeda yang tak jadi hilang....
Pagi itu aku baru sadar kalau sepeda Hanief tidak ada. Sepeda itu kucari – cari ke seantero rumah namun tidak kutemukan. Padahal sudah semua sudut kujelajahi. Tak sabar aku menantikan kedatangan anakku. Dia masih sekolah dan baru datang jam 11 nanti. Lalu kutelpon ayahnya, siapa tahu dia tahu sepeda itu ada dimana ( walaupun aku sangsi juga). Jawaban suami sangat enteng sekali “ paling di rumah tetangga” begitu katanya. Mungkin juga siy, pikirku.
Ketika hanief datang kutanyakan padanya “ Mas, sepedamu dimana?”
“Gak Tahu” jawabnya tak kalah enteng sama bapaknya. “Kemarin aku taruh di Garasi”
“Di rumah gak ada lho mas. Cari sana!” “ Sapa tahu di rumah Papo”.
Tanpa berganti baju di mencari sepedanya di rumah tetangga dan ke rumah temannya di depan masjid. Hasilnya nihil. Entah kenapa aku juga jadi gak peduli lagi, habis mau gimana lagi kalo memang sudah tak ada. Mungkin kami memang kurang berzakat dan bersedekah. Mungkin juga kami kurang peduli dengan barang-barang kami. Ya sudahlah. Suamiku juga bilang “ Semoga bermanfaat, siapa tahu orang yang mengambil memang lagi butuh uang untuk makan”
Beberapa hari kemudian, di suatu siang, Papo datang dengan mengendarai sepeda yang selama ini sudah kami anggap hilang. How come? Eh Alhamdulillah.
Papo bilang sepeda itu dirumah mas Tegar beberapa hari ini, karena sepeda ini ditinggal begitu aja di Pos Kamling dan tidak ada yang mengambil. Oh my......?
Mas Hanief dan Dik Hasan mencuci Tas dan Sepatu
Liburan akhir Romadhon membuat anak lemas jika tanpa aktifitas. Oleh karenanya begitu melihat si anak bengong aja, ibu meminta mereka membereskankamar mereka. Tapi seperti biasa (mungkin sudah jadi rutinitas) mereka menolaknya. “Masih mau main” begitu jawab mereka.
“Bagaimana kalo mencuci tas kalian yang sudah tampak sangat kotor itu?” tawar ibu.
“ O iya ya, ayo mas kita cuci. Abis itu kita kan bisa main air” ajak adiknya.
“yuks!”
Alhamdulillah.....
Dan berbekal 5 buah tas, mereka berangkat ke kamar mandi belakang. Tampak riang sekali.
Di dalam tas hanief ternyata ada sandal yang biasa dia pakai di sekolah. Akhirnya dia cuci sekalian. Si ibu juga gak kalah idenya, Ibu mengambil sepatu sekolah mereka yang juga sudah berubah warna karena terkena debu merapi (sekarang musim Kemarau).
Nah ini hasilnya..... Voila!!
abis semua rampung ...... saatnya bermain sabun....




Comments
Post a Comment