Mengasingkan diri

setelah ontran - ontran itu, banyak keputusan ku buat. walaupun seiring dengan waktu dan seiring dengan perkembangan masalah tersebut, keputusan pun ada yg perlu di koreksi.
Pada mulanya, setelah hari pertama mendapat serangan....aku bertekad bulat untuk mundur dari humairo. Aku merasa tidak pada tempatnya jika aku tetap lanjut di MT tersebut. Terbukti aku tidak bisa menjaga lidah, menjaga perasaan yg lain, dan menutupi aib yg lain. aku sudah banyak menyakiti dan mengecewakan.
permintaan maaf memang sudah berulang kali ku ucapkan tapi rasanya tak pernah cukup.

hari ke 2, masih dengan perasaan tak tentu si dia datang, ku putuskan untuk diam... berdasar pengalaman sebelumnya semua ucapanku bisa menjadi sumber fitnah lagi. jadi ku putuskan diam menghadapinya. dia pun melunak, terkesan tidak enak kepadaku.

hari 3, aku ke tempat mbak Y bersama bu A. Untuk menegaskan bahwa kami benar2 minta maaf atas ucapan yg membuat dia tidak berkenan. Dia sudah legowo dan memaafkan kami. Dia berusaha ceria. Tapi tetap berbeda. Perasaan itu juga semakin tak menentu karena mbak I juga ikut tidak menanggapi smsku. dan sepertinya dia pun ikut mendiamkanku. AKu masih gamang, antara ingin berangkat ngaji atau tidak. Setengah dari pikiranku menginginkan berangkat dg niat menambah ilmu. Setengahnya lagi benar- benar membuatku malas karena jika nanti aku bertemu dg mereka, niscaya aku akan berbicara....dan yg kutakutkan dan keluarnya ucapan yg tidak semestinya keluar.

Rasa sedih karena semua menjadi tidak terkendali, dan telah merembet hingga kemana2. Prasangka yg timbul di mana2. Sedih kehilangan teman - teman tercinta.
Akhirnya kuputuskan untuk tidak berangkat ngaji. aku merasa perlu menyendiri untuk beberapa saat. aku tidak tahu sampai kapan. Semoga keputusanku membawa hikmah dan kebaikan.

Comments

Popular posts from this blog

tagihan kartu kredit (lagi)

Pentas Seni SDN GEDONG 03 PAGI

Menata Niat Kerja Semata-mata untuk Ibadah