ibrah
beberapa hari terakhir ini aku kepikiran untuk bekerja, menghasilkan sesuatu... menjadi manusia yang berarti, yang dipandang mulia oleh manusia maupun Rabbnya... yang tampak cerdas dan berwibawa...hehe
tidak hanya menjadi seorang house keeper atau housewife
yang hanya mengurusi itu itu melulu..
aku merasa sangat rendah
walaupun kalau ingat bunda Dina Mariance eh Dina ANdriana
jadi sedikit ada semangat/motivasi
aku melihat dia cukup berhasil menjadi ibu (*lagi nggak ngomongin kekurangannya.... eh kurang nya ada... kurang kurus>>> mlayu.....wuzzzz)
si Bunda ini bisa mengantarkan anak anaknya menjadi anak yg solihah dan solih
anak yg sarat dengan prestasi
saya yakin keberhasilan anak - anak adalah keberhasilan orang tua
tapi entah mengapa aku tuh ingin banget menjadi seseorang
yang tidak hanya dikenal sebagai seorang ibu
namun seseorang yang bisa berkontribusi untuk masyarakat
sambil mempunyai penghasilan sendiri
*tuing
orang yang bekerja itu sepertinya enak
terlihat lebih berkelas, cerdas, dan berwibawa
Me timenya lebih banyak
having her own money
means having her own policy to buy anything she like
hehehe... UUD
tapi pagi ini aku kembali disadarkan oleh artikel di republika tentang kecerdasan seseorang>>>> (ribuan umat islam hadiri pemakaman ibunda ustadz yusuf mansyur)
di artikel ini menyebutkan aa gym mengingatkan
"orang yang cerdas bukanlah orang yang gelarnya berderet, pangkatnya tinggi dan jabatannya
mentereng, melainkan orang yang paling banyak ingat mati.
“Rasulullah SAW ketika ditanya orang, siapakah orang yang paling cerdas, Beliau menjawab, ‘Orang yang paling cerdas adalah orang yang paling banyak ingat mati dan paling banyak mempersiapkan diri untuk hidup setelah mati.”
“Rasulullah SAW ketika ditanya orang, siapakah orang yang paling cerdas, Beliau menjawab, ‘Orang yang paling cerdas adalah orang yang paling banyak ingat mati dan paling banyak mempersiapkan diri untuk hidup setelah mati.”
Dari artikel itu pula kembali aku diingatkan bahwa keberhasilan seseorang akan nampak ketika di akhir hayatnya banyak orang datang dan mendoakannya.
yaaah keberhasilan hanya kita dan Alloh yang tahu
tak kasat mata
kita sendiri yang merasakan
keberhasilan seorang ibu adalah bila anaknya menjadi insan berakhlak mulia, patuh pada orang tua dan tuntunanMu
itu!
Comments
Post a Comment