journey

Liburan akhir tahun ini kami habiskan separo di jakarta, separo di jateng.
awal liburan budhe atik sama pakdhe Pras lagi kagungan kersa, , mantu Aan dan Meisya
alhasil sodara2 sekalian pada datang dan berlibur di jkt. termasuk bapak sama emak guwe..:)





Hari Jum'at setelah mengantarkan bapak simbok ke bandara, kami berangkat via darat.. jam 9 malam kami berangkat. tujuan pertama adalah jogjakarta, kondangan bang ardi purwa tomang.

berhubung cukup capek, kami baru sampai di daerah perbatasan jabar jateng pada pagi hari.. maklum bobok di spbu-nya cukup lama...hehe


ini kayaknya di daerah banjar..
"jalanan jabar lebih bagus dari jalanan jateng lho"
coba aja, begitu melintasi perbatasan propinsi kita pasti goyang dombret karena jalanan langsung berubah.
salah siapa ya..?

Banyak hal bisa kita ambil pelajaran dari perjalanan ini. yang paling mengena adalah.. penambangan pasir besi di cilacap. tepatnya di pesisir selatan menuju pantai ayah...
selain PT ANTAM yang resmi menambang, warga pun tak ketinggalan ikut menambang halaman depan rumahnya. alhasil ada lobang menganga dan eskavator di depan pintu rumah mereka.

 


(ini beda tempat ya,tapi mostly halaman depan rumah penduduk seperti ni... terbentang luas tanpa pepohonan besar)

Ketika berangkat aku menyayangkan tindakan mereka... tapi setelah seminggu dan aku kembali melewati jalan itu, aku bisa melihat lobang itu sdh ditutupi dg tanaman toga... is it good or not? dunno...

perjalanan berlanjut memasuki DIY, karena kami melewati jalur selatan.. maka kami pun masuk DIY via pantai glagah. Nah sepanjang pesisir selatan khususnya daerah Temon kami melihat banyak tampah bertuliskan uneg-uneg warga setempat yang tidak mau digusur demi kepentingan pembangunan Bandara Yogyakarta yang baru... dan aku setuju dengan gerakan mereka...:)




                          



                              



*eh ini foto2nya diambil pas otw home (jkt).. jadi arah yg dipake juga yg menuju jkt bukan arah ke yojo...hehe

sampai di yojo kami langsung kondangan dan malemnya cari persewaan cd..*tepok jidat
biasa bapak  dan anak nanja'ke mumpung di jogja.

setelah 7 hari beranjang sana and sini... tibalah waktu pulang kami...
kami lewati lagi jalanan bergerigi ini...jalan daendeles..


saat itu, jalanan ini menjadi pilihan tepat karena di jalan utama lagi macet dan bergelombang juga. jalan ini masih jarang kendaraan lewat, entah belum pada tahu atau karena mereka tahu jalanan ini gak pernah bener...hihi

Dari jalan ini, kami bablas ke gunung karangbolong ... sebuah jalan sangat alternatif menuju cilacap.

































Comments

Popular posts from this blog

tagihan kartu kredit (lagi)

Pentas Seni SDN GEDONG 03 PAGI

Menata Niat Kerja Semata-mata untuk Ibadah