PKS

Minggu ini rakyat Indonesia sedang menyambut pesta demokrasi. Semua beramai ramai berkampanye dengan caranya masing-masing. Inilah saatnya semua simpatisan dan kader meluapkan kecintaannya terhadap partai yang dia pilih.
Saya, sebagai simpatisan PKS sejak 1999 pun tidak mau kalah mengungkapkan kecintaan terhadap partai yang sekarang sedang berusaha merangkak lagi ini. Namun karena berbagai hal, saya hanya bisa mengungkapkannya melalui tulisan.
Sekarang ini Saya, sudah bukan seperti Saya di tahun 1999. Kala itu saya dan adik saya ( kami masih kuliah) seperti mendapatkan oase ketika menemukan Partai Dakwah mulai hadir di Indonesia. Saat itu pula, kami berdua masih semangat sekali mengikuti kegiatan kampanye PK (saat itu masih PK). Saya ingat, waktu minta ijin memakai mobil ibu untuk kampanye, ibu mengernyitkan dahi ... tampak sekali beliau mengkhawatirkan - mobilnya atau mengkhawatirkan kami ya? ... :)
Tapi kami bisa meyakinkan beliau, bahwa partai yang kami dukung bukanlah partai yang suka rusuh.
alhasil, kami pun menceritakan siapa sebenarnya PK itu, bahwa pengikutnya adalah para pecinta Al Qur'an, para penegak syariatNya, para pengikut RasulNya... yang notabene mereka adalah orang alim yang tidak suka huru hara...
singkat cerita, kami berhasil ikut kampanye yang waktu itu belum banyak pengikutnya. hehehe. Kami puter2 pake mobil sedan dengan bendera di atas kap-nya.
Ke sininya, kami mengira bahwa yang ibu khawatirkan saat itu adalah kenyataan bahwa anak kader Pemerintah sudah mempunyai pilihan sendiri, dan itu cukup mengangetkan.

Nah kalau dulu, saya ikuti semua kegiatan PKS dimana-mana. Sekarang, saya hanya sesekali mengikutinya. Suami yang bukan kader PKS membuat saya harus toleransi padanya. walaupun sebenarnya dia tidak pernah sedikit pun menghalangi saya untuk terjun kegiatan partai tersebut.
Nyatanya, banyak sekali andil dia, sehingga saya bisa hadir di kampanye besar diy di alun alun utara tahun 2009 bersama keluarga. Dia ikuti liqo di Minomartani, dsb...
Yang paling bikin saya menyesal adalah, ke absen-an saya di Kampanye Terbuka 16 Maret 2014 di GBK.

Dari dulu saya pengen banget bisa masuk ke GBK, entah untuk nonton bola, ataupun untuk kampanye partai ini. Pokoknya untuk membela sesuatu yang saya patut bela.... apaan ??? saya juga bingung hehehe.
Di hari yang sama, saya mendapat undangan pernikahan adik dari temen dekat saya di condet. Jikalau saya harus berangkat, takutnya akan telat hadir atau bahkan tak bisa hadir di pernikahan tersebut. Dilematis sekali. Saya memang akhirnya memilih hadir ke pernikahan tersebut, karena akhir-akhir ini saya dan teman dekat saya sedang mendapatkan cobaan di sekolah anak-anak. Kami berdua sama-sama berusaha meyakinkan 'khalayak' bahwa apa yang kami kerjakan sudah dalam jalur yang benar.
sebuah cobaan yang menguras energi selama ber hari-hari dan tidak mudah. Atas dasar itulah saya mengesampingkan kampanye ini.
Selain itu, yang mengusik pemikiran saya saat ini adalah, cara Pks yang sekarang dalam melihat dan menangani sebuah permasalahan sudah sangat berbeda dengan PKS yang sebelumnya. Sebagai 'kader' atau simpatisan... saya tidak suka jika para pemimpin menjelek-jelekkan lawan. saya rasa, cara tersebut kurang bijak. menurut saya pribadi, ada strategi yang lebih wise dalam menghadapi lawan. salah satunya adalah mempelajari keunggulan lawan, bukan menjelek-jelekkan. Pemimpin harusnya bisa menjadi uswah bagi pengikutnya... Saya kurang suka ustad Anis pake jam rolex, kalau masalah poligami, saya masih ok lah... Selain itu, konsumen suami pernah cerita kalau dia dimintai sumbangan untuk parpol dengan "sedikit" paksa. (yang ini saya belum tahu benar kebenarannya)
Inilah yang membedakan generasi tua dan generasi muda sekarang.... Generasi yang sekarang kurang halus dalam menghadapi suatu permasalahan. Dan itu merugikan diri nya sendiri.
Namun, mungkin karena sudah mendarah daging dalam tubuh dan pikiran saya... apapun itu, saya tetap mencintai partai dakwah ini. baik buruknya saya terima. ada isu korupsi didalamnya, isu pemerasan, isu tukang poligami dan sebagainya... saya tetep mencintainya.
seperti jodoh, saudara, anak, orang tua... saya mencintai kelebihan dan kekurangannya.
semoga ke depan, kami semua yang berada di dalam partai dakwah ini... dimudahkan dalam mencapai cita-cita kami menegakkan kebaikan dan syariahmu dibumiMu ini Ya Alloh..
semoga kami semua tidak tergoda dengan rayuan dunia
kami istiqomah dijalanMu ya Alloh
bimbing kami
iringi kami
mudahkan kami
dan lindungi kami
Tolong kami ketika kami terdzalimi
Aammin
(lagi ngoceh gak keruan)
Comments
Post a Comment