Khawatir

Ahad

Hari ini aku mau cerita tentang kejadian akhir akhir ini yang bi idznillah ada hubungannya dengan anak anak.

Yang pertama adalah ketika orang tua Faisal temen mas Hanief menelpon saya. I was a little bit worry... takut anakku nakal, merugikan temannya dan segala hal buruk yang mendadak hadir dalam pikiran saya.

Beliau cerita kalau faisal kehilangan Hapenya. Menurut cerita faisal, dia dipalak dijalan ketika sedang berjalan dengan Hanief dan daffa. Ibu faisal pengen memastikan kejadian tersebut benar atau tidak, takutnya si anak bohong atau yang lainnya.
Terus terang saya juga tidak tahu persis karena semalam Hanief juga gak cerita apa apa.
Then, i ask hanief about that...
Dia bilang... mereka memang dipalak dijalan.
Ketika mereka berjalan bertiga mendadak ada orang naik sepeda motor berhenti didepan mereka lalu bilang " Dik, kalian mau tawuran ya?"
serentak mereka menjawab "Tidak"
" Coba lihat Hape kalian!'
Lalu Faisal yang saat itu sedang membawa hapenya menyerahkan.
Hanief ga pernah mau bawa hape... Mungkin dia malu bawa hape bututnya, atau memang tertib, secara dia anak Osis.
Daffa bawa hape tapi mati.

Terus Faisal disuruh naik bonceng orang itu, hanief juga. Waktu mau jalan, orang itu berubah pikiran, dia minta hanief turun saja.
Akhirnya hanya Faisal yg dibawa.
Hanief dan daffa memutuskan mencari faisal menggunakan kendaraan daffa. Akhirnya ketemu Faisal di Setu Cilangkap sedang termenung.
"Kalian lihat orang tadi nggak? Dia bawa hapeku" kata Faisal
Singkat kata... hape was disappeared...

Kemudian,

Seminggu yg lalu....
anak anak kelas 8-4 mengadakan reuni... sebenarnya bukan reuni... secara sekarang mereka juga baru kelas 9.
Acara dimulai setelah maghrib, di cilangkap, lumayan deket rumah lah.
kami tdk begitu worry krn dekat rumah. Tapi di grup wali murid ada ibu ibu yg worry krn sudah jam 20.00 anak anak belum pulang.
Saya yg dibesarkan dg kebebasan merasa heran dg kekhawatiran mereka. Baru jam segini gitu loh... hehehe.
Tak lama kemudian hanief pulang sekitar jam 20.30. Alhamdulillah
Paginya ... dapat kabar ada anak SMP 12 kena bacok di cilodong.
Miris dan takut dengernya...
dan Ternyata yg kena adalah salah satu teman Hanief di 8-4 itu.
Tapi kejadian jam 2.30
Ngapain juga ya dia jam segitu di jalanan.
Dia bilang nge Blok.
Apa maksudnya saya pun tak tahu.
Yang pasti saya sudah merasa semakin tidak nyaman saja denger beritanya... bikin takut kemana mana.
Team Jaguar yang dibuat Polisi menghadapi Genk Motor ini seperti tidak ada gaungnya... kurang gigit. Genk motor masih berkeliaran. Dan kabarnya anggota teamnya semakin berkurang.
Sepertinya SDMnya kurang greget.. secara harus bekerja dinihari di seantero Depok.
Masyarakat harus bahu membahu menghadapi  fenomena Genk Motor ini. Saling peduli atau peka terhadap remaja yang kurang kerjaan.
Semoga kedepan semakin baik. Ada solusi yg bisa menanggulangi masalah rawan ini.

Kejadian terakhir adalah

hari jumat sepulang sekolah teman hasan main di rumah.
Jam 16.30 saya mengingatkan teman temannya untuk pulang.. takut orang tuanya khawatir.
Si Wildan rasanya enggan banget untuk pulang, dia bilang ga ada temennya kalau di rumah. Mungkin karena ibunya sibuk dengan adiknya yg masih balita. Allohu a'lam
Wildan ini biasa pulang sore naik angkot ke rumahnya yang hanya sekitar sekilo dr rumah.
Dengan terpaksa akhirnya dia pulang.
Hari Sabtu sepulang sekolah, hasan tampak masih ngobrol sama pak Ojek yg sering nganter pulang. Saya tanyain katanya bapaknya Wildan nyari Wildan ke sekolah, dari kemarin belum pulang.
Kagetlah saya.
Malemnya, setelah saya berkegiatan di luar saya pulang ke rumah mendapati ada secangkir teh yang belum di minum di meja.
Saya tanyakan pada anak anak siapa yg bikin minum ini kok gak diminum.
Mas Hanief bilang tadi dia bikinkan unjukan buat bapak nya Wildan yang datang kerumah menanyakan keberadaan anaknya.
AStaghfirulloh... kaget banget karena ternyata wildan belum ketemu.
Rasanya deg deg an gak karuan. Berasa ikut kehilangan.
dan saya merasa gak aman sekali sekarang melepas anak anak... khususnya dijalan dekat rumah.

Bi idznillah bapaknya wildan meninggalkan no wa di hape hasan.
Lalu beliau saya hubungi... sekian menit tdk dijawab..
Kemudian datang jawaban, bahwa wildan sudah diketemukan di belakang perumahannya... setau saya belakang perumahan dia itu hutan menuju sekolah berkuda Nusantara.
Wildan sudah pulang alhamdulillah... tapi masih ada pertanyaan menggantung dalam pikiran saya..
kemana saja dia... kenapa... ada apa.
Karena menurut bapaknya, dia tidak tidur di rumah semalam, tampak bingung dan capek, tas dan sepatunya entah dimana.
Ya Alloh semoga Kau jaga anak anak kami dari segala macam kejahatan..
Semoga ini kabar buruk terakhir yg ada disini...



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

tagihan kartu kredit (lagi)

Pentas Seni SDN GEDONG 03 PAGI

Menata Niat Kerja Semata-mata untuk Ibadah